Tampilkan postingan dengan label my start up. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my start up. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Oktober 2014

Bikin Album Solo

Karena akhir-akhir ini sering posting demo lagu di soundcloud, entah kenapa kepikiran bikin album. Alasan utamanya ya, kalo posting lagu aja kayaknya gue gak bakal menembus langit heheh. Maksudnya kemampuan gue bakal disitu-situ aja, gak berkembang, gak bisa menembus limit skill gue bermusik. Akhirnya gue mau mengetes kemampuan gue di bidang musik, memaksa diri sampai mana sih pembelajaran musik gue dengan bikin album. Selain itu gue juga mau nyari, "Musiknya Jojoz itu yang kayak gimana sih?". Ibaratnya seperti suara, nada-nada, musik yang memang asli dari dalam hati sanubari. Nah itu yang pengen gue cari, nasehat dari Budjana, Iga Massardi dan sodara M. Sholikhin aka Cak Doyok hehe.

Maunya dibikin catatan/blogpost perlagu bagaimana proses bikinnya. Terinspirasi Dewi Lestari saat bikin novel Perahu Kertas--meski pada dasarnya Perahu Kertas itu draft lama Dee saat kuliah kalo gak salah. Maunya juga gak ditarget 55 hari kayak Dee, yaa sebisanya aja kalo udah dapet 10 lagu yaudah tinggal launching dan promo.

Kualitas rekamannya emang jelek banget muahahah. Kalo kalian dengerin 2 lagu terakhir di soundcloud gue, nah seperti itulah hasil akhirnya nanti. Maunya sih pake soundcard biar lebih bagus hasilnya kayak anak-anak soundcloud yang lain yang bagus-bagus hasil mixing and recording-nya, tapi ya gitu apalah daya masalahnya di bagian keuangan. Semoga ada rejeki buat bisa beli. Amin.

Maunya konsep dan genrenya sendiri instrumental akustik. Karena satu, alat musiknya cuma ada elektrik gitar--yang gue namain Noella (kapan-kapan gue kenalin) heheh. Dua, kenapa instrumental? Maklum kalo pake vokal, vokal gue sendiri vokal yang sumbang. Janganlah, jangan paksa gue untuk memainkan nada-nada sumbang, nanti terkesan sombong (?) hehe. Konsep intinya sederhana aja, ada verse dan reffrain. Tapi makin ke sini gue pake konsep yang dimainin jazz standart, jadi setelah bagian lagu dinyanyikan, disuarakan kemudian diisi dengan melody-melody terindah. Tapi bukan melody nurramdhani, bukan juga melody laksani, apalagi melody JKT48 (?) tambah ngelantur gini hehe. Setelah satu putaran lagu diisi melody kemudian diulang lagi lagunya untuk putaran terakhir.

Maunya temanya adalah move on. Yaa meskipun gak pake lirik, tapi gue bersemangat sekali. Gue yakinlah tiap orang merasakan pedihnya, perihnya relationship yang harus diakhiri. Yaa emang curhat sih, tapi jujur loh hal relationship yang udah game over itu emang merubah cara pandang gue tentang kehidupan, persoalan romansa khususnya. Perjalanan panjang selama kurang lebih 3 tahun untuk menerima kenyataan memang bener-bener berarti di kehidupan pribadi gue.

Maunya sih seperti proses penyembuhan hati. Diawali dengan klimaks nya hubungan cinta dua manusia yang harus diakhiri, lalu tersesat oleh pikiran dan fakta sendiri. Kemudian beberapa kali terjebak ke lubang yang sama hingga akhirnya ditampar oleh kenyataan dan berangsur-angsur memulai kembali hidup dan lebih ke penyadaran bahwa diri sendiri pun harus dicintai. Detilnya nanti deh.

Sementara ini dua orang telah gue beritahu perihal bikin album ini. Tapi mereka berdua gue pikir gak terlalu  tertarik dengan temanya, tapi lebih kepada kualitas audionya. Yah, namanya juga anak kemarin sore. Toh tujuan gue juga bukan buat famous kan.

Ohiya udah sempet bikin artwork-nya, entah nanti dipake atau enggak. Tapi kalo dilihat hampir mirip seperti kualitasnya belajaran hahaha, Kayak anak abg yang baru belajar desain grafis hihihi.


Udah ah.

Selasa, 12 Maret 2013

April! Imperialism Fluyt!: My Next Design's Project




Gue mendesain buat @ORANGECAKEc lagi--iya emang pada dasarnya itu clothing gue dan gue satu-satunya desainer di situ hahaha. Setelah re-branding Maret ini, next design juga gak jauh dari nasionalisme-dengan-simbol, gue kan membuat kapal! Kapal layar kaum imperialis jaman dahulu dengan Gold, Glory, Gospel-nya.

Karena Belanda yang penjajahannya paling lama di bangsa ini (350 tahun bok)--dan juga Orange Cake yang entah kenapa erat kaitannya dengan Belanda, mengilhami kata "Fluyt". Sebenernya gak sengaja sih nemu kata ini, pertama gue riset pake gugel dan akhirnya ketemu info kalo Belanda punya sebutan khusus untuk kapal layar mereka yang mengarungi lautan jaman dulu yaitu "Fluyt". Maka akhirnya gue menamakan desain ini dengan IMPERIALISM FLUYT

Twitter's name gue juga gue ganti dengan IMPERIALISM FLUYT.

Mungkin kalo yang follow gue di Twitter sempet baca twit gue yang menerangkan sedikit hal dari desain ini. Tujuan utama gue berasal dari kalimat Sang Guru,

"Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarahnya"

JAS MERAH. Jangan lupakan sejarah. Jadi inget ini jargonnya Bung Karno juga (Marhaenisme, man), ini mengingatkan gue kalo gue belum riset tentang jas merah x)

Jaman waktu gue SD, gue dikasi informasi di buku-buku pelajaran kalo bangsa ini dijajah selama 350 tahun oleh Belanda. Semakin bertambah tahun kurikulum pendidikan juga semakin aneh dengan beberapa penghapusan pelajaran, lagipula pada dasarnya sistem pendidikan di Indonesia banyak dikritik oleh para akdemisi, ditambah jaman globalisasi yang membuat semakin mengikisnya identitas bangsa. Gue ragu kalo anak-anak SD sekarang masih diajarin tentang sejarah kita :D

"Waktu berganti, sejarah berulang"

Siapa ya, yang pertama kali punya quote kayak gini. Karena quote ini lah yang menurut gue (belum riset nih) mendasari JAS MERAH, mendasari desain gue (Imperialism Fluyt). Meskipun waktu telah lama berganti namun peristiwa yang sama terus terjadi. Aneh? Engga juga sih. Ini beberapa contoh.

Gue akhir-akhir ini men-download presentasi-presentasi orang Barat di TED.com (syukur banget nih ada yang ngasi translate bahasa Indonesia :D). Ada salah satu presentasi menarik tentang sejarah umat manusia, oke gue lupa siapa yang presentasi tapi pada intinya gue menangkap bahwa sejak jaman manusia hadir di Bumi gak ada yang nama Inovasi (oke gue inget presentasinya judulnya "Matt Ridley: Ketika ide-ide bercinta" itu bahasa Indonesainya x)), manusia semuanya hanya mengulang kembali.

Contoh yang paling berat adalah soal penjajahan ini. Dulu abadnya Christopher Columbus namanya adalah Imperialisme, penjajahan dengan modal kekuatan. Lalu di abad century dinamakan kapitalisme lalu di awal abad ke-21 dinamakan neo-liberalisme yang intinya semua sama aja, yaitu penghisapan manusia atas manusia :)

Jadi pada dasarnya gak ada yang baru dalam dunia ini. Ini semua dasar akalnya ya, apa Tuhan juga beranggapan yang sama di kitab suci? Ada yang mau ngecek? :)

Fluyt, kapal layar Belanda jaman dahulu adalah simbol imperialisme yang dibawa oleh pelaut-pelaut Belanda jaman dahulu. Begitulah benang merah antara "waktu berganti, sejarah berulang" - "jangan lupakan sejarah" - "imperialism fluyt dengan gambar kapal imperialisme" :)

Overall, sulit banget gambar kapal. Apalagi desainer kacangan jam terbang pemula macam gue :| yang gue butuhkan teknik-teknik lighting, shadow yang membuat kapal ini jadi "nyata". Masih mempelajari juga :|

Begitulah sedikit hal yang sementara ini bisa gue sampaikan ke kalian, Imperialism Fluyt resminya bakal keluar April. Mengenai kehidupan gue? Yah, lagi pdkt sama cewek meski pada akhirnya gue sadar gue gak serius banget buat membangun hubungan :| lalu kekecewaan gue melihat fakta bahwa ortu gue gak mendukung ORANGECAKE :| lalu keinginan besar untuk membuat sebuah gigs yang small tapi rutin :)

Sesuatu yang baru? Mungkin Scandal yang besok bakalan konser di Indonesia :)





Selasa, 05 Maret 2013

Pengen Bikin Music Event


thirteen crooz tour 2011
Seperti yang kita tau atau buat kamu yang baru baca ini, ORANGE CAKE menyasar kalangan musik, terutama musik indie. Mengapa musik? Pada dasarnya kita tidak hanya mendukung music, tapi juga photography dan graphic design. Namun untuk sekarang ini kita baru bisa bertemu dan menjalin hubungan dengan komunitas musik. Anak muda Indonesia yang menjadi segmen kita juga gak bisa lepas dari musik.

Kalo bicara tentang musik, jelas kegiatan yang paling sering diadakan adalah pertunjukkan musik atau dengan nama lain konser, gigs, show, dsb. Nah dari itu gue (Jojoz) merasa kurang afdol jika Orange Cake yang mengaku menyasar kalangan musik tidak mengadakan sebuah pertunjukkan musik. Nah itu yang menjadi dasar pijakan dari kita untuk mengadakan sebuah event atas nama ORANGE CAKE Creative.

Tapi pertunjukkan musik sudah sering banyak dilakukan oleh clothing-clothing yang lain, namun kita, Orange Cake yang manruh Creative jelas harus beda dari yang lain. Maka dari itu memakai filosofi 'start small' kita mau konsep acaranya nanti pertunjukkan musik akustik. Diharapkan selain menunjukkan eksistensi dari sebuah clothing yang bernama Orange Cake kita juga ingin membuat challenge bagi band-band yang bermain di event kita untuk menunjukkan musik akustik yang kreatif, sehingga musik tidak melulu tentang distorsi gitar. Namun ini hanya permulaan, kita juga suka kok musik-musik yang berdoistorsi :D

--------------------------------

Demikian line gue tentang hal yang sangat gue pengenin lebih dari keinginan gue untuk membeli kamera DSLR. Hohoho.

Pertama, gue berpikir gigs bisa menjadi salah satu promo yang 'mengasyikkan'  dan 'cukup' dengan budget gue sendiri yang gak seberapa. Hohoho.

Kedua, selain menjadi promo yang bagus, gue sendiri juga gak punya toko offline yang bisa membantu penjualan gue, dan gue yakin music event bisa menjadi pengganti toko offline Orange Cake dengan pengunjung yang disuguhi pertunjukkan musik.

Ketiga, pertunjukkan musik atau gigs yang diadakan sebuah clothing memang hal biasa. Maka dari itu ini menantang gue untuk lebih kreatif dari pada yang lain.

Keempat, gigs menurut gue merupakan sebuah dukungan terhadap musik. Kalo melihat industri musik yang sekarat dimana pembajakan bener-bener masuk sebagai budaya Indonesia yang baru (meski sekarang benar-benar kelihatan perjuangan para pelaku musik untuk bangkit), dimana mereka mengandalkan gigs untuk menghasilkan pendapatan.

Konsep yang gue pikirkan adalah event-event musik seperti ini diadain setiap bulan (mungkin ke depannya bakal seminggu sekali hohoho). Karena 'start small' (ini filosofinya Yoris Sebastian di buku Creative Junkies meski gue belum baca bukunya) maka gue pengennya akustik. Tapi bukan berarti akustik ini gak butuh budget, gue hitung secara kasar minimal satu juta lah, itupun cuma dua peralatan.

Jadi nanti butuh sound amplifier dua buah kanan dan kiri. Lalu satu set peralatan akustik band macam gitar, keyboard, bass dan drum (kalo drum akustik jaman sekarang pake drumbox tuh). Terus michrophone sekalian stand mic-nya yang gak cuma butuh satu doang :D

Mengenai tempat, sebenernya gue ada sih cuma kalo dibikin event music harus minta ijin dulu wahahahaha. Tempat emang hal yang pasti ya, kalo ada tempat gratis gitu enak kali ya hahaha.

Dan... karena gue ngepostnya gak langsung 'single file' (ibarat bahasa para tukang download) jadi rada lupa juga gue mau bahas apa. Hahahah. Intinya postingan ini bercerita tentang pertunjukkan music buat promosi ORANGE CAKE, dan karena gigs macam gitu udah banyak kita harus tampil beda.
Sekian :)

Post script: penulisan ORANGE CAKE yang benar itu dengan huruf kapital sebenernya x)

Rabu, 13 Februari 2013

Sedikit Sejarah



Kembali lagi gue pengen ceritain tentang awal passion gue ke clothing. Kali ini gue pengennya nulis terus terang, tanpa ada sensor-sensor yang biasa gue terapin di post-post sebelumnya. Namun ini dari sisi gue, entah dari sisi yang lainnya heheh. Mudahan ini menjadi--mengutip kalimat DF, sebuah kotak yang akan gue buka kembali suatu saat. Awal nulis ini juga karena kesadaran gue meningkat setelah beberapa berdiskusi orang-orang expert entrepreneur di http://startupbisnis.com/forum join aja kalo mau mengetahui pemikiran-pemikiran entrepreneur yang baik gimana. Dan juga setelah membaca biografi Steve Jobs yang tebelnya kayak kamus Bahasa Inggris :D


Established 2011
Pada dasarnya pada tahun 2011 gue belum tau mau dibawa kemana clothing corporation ini, tapi gue bersikeras untuk memfaktakan bahwa Orange Cake sudah ada sejak 2011. Hahaha. Waktu itu gue masih SMA dan penuh dengan kelabilan, berada di pelosok terpencil dari hingar bingar kota Jombang di Ploso. Yang gue tau saat itu adalah dimana gue yakin akan menamakan clothing ini dengan "ORANGE CAKE".

Berawal dari kepanitiaan event musik yang ambisius, egois dan memaksakan dari gue di tahun 2010. Disitulah pengalaman pertama gue berkecimpung dalam hal membuat sebuah kaos siap pakai. Dan itu hancur lebur dengan kualitas kaos yang bener-bener tidak bersahabat. Hingga gue tahan kaos itu dan akhirnya memberikannya ke Opshid Malang Kota untuk dipakai sebagai seragam kuli saat Tasyakuran Sumpah Pemuda tahun 2012 kemarin. Hahaha.

Nama Orange Cake sendiri adalah hasil dari hubungan yang gue jalin dengan DF selama hampir setahun sejak 2010 kalo gak salah. Waktu itu gue paling inget dia selalu membuat gue penasaran hingga suatu hari ibunya membeli sebuah kue dan DF menceritakan kelezatannya hingga membuat rasa penasaran gue memuncak dan sampe sekarang gue aja masih penasaran gimana rasanya menggigit sepenggal kue yang namanya Orange Cake itu. Gue pernah berusaha pesen Orange Cake ke Cak Syafik dimana orang itu pernah ngomong kalo bisa bikin kue, meski itu adalah position adiknya tapi juga belum tau. Belakangan gue tau kalo dia/adiknya juga pernah bikin kue sweet seventeen buat DF. Hahaha. Warnanya biru kalo gue gak lupa.

Faktor lain yang gue yakinin menentukan penentuan nama Orange Cake adalah kata 'Orange' dalam Orange Cake adalah warna favorit gue ketika masih kecil. Gue berpendapat nama Orange Cake sendiri berarti gak jauh-jauh dari kehidupan gue sendiri.

10 OKTOBER 2011
Sebelum 10 Oktober, kalo gak salah gue sudah bikin akun page di Facebook dengan nama Orange Cake Shop. Tapi akun itu terbengkalai lama. Dan gue pakai kembali pada akhir 2011 dan awal tahun 2012 terbengkalai lagi. Hahaha.

10 Oktober adalah ulang tahun gue. Dimana gue lagi sibuk-sibuknya menjadi sekretaris sebuah event besar bertajuk, "Tasyakuran Sumpah Pemuda 2011". Gue paling inget waktu itu pagi-pagi dan sekretariat masih sepi sekali. DF sms gue duluan--suatu hal yang jarang sekali dia lakukan sejak gue lulus SMA ("Sms duluan" lainnya adalah ketika dia tanya tentang jurusan kuliah gue) dan bertanya tentang posisi gue saat itu.

Dia mengajak seorang temennya, Riri untuk mendatangi gue. Lalu dia memberikan sebuah benda kecil dari bahan flanel (yeah dia emang punya keahlian umum dari seorang cewek, bikin prakarya dari flanel) berwarna Jingga yang tampak antara sepotong semangka dan sebuah kue. Namun gue langsung tau itu adalah Orange Cake yang sering dia ceritakan. Benda kecil itu adalah hadiah ulang tahun gue dari dia. So sweet ya? Tapi perih hahaha. Belakangan gue tau kalo benda itu adalah hasil prakaryanya untuk sebuah tugas yang gak tau harus diapain setelahnya.

Waktu itu prosesnya gue inget setelah dia memberikan benda kecil itu, dia langsung keluar tanpa memberikan penjelasan lalu memutari lantai 2 gedung Ikhwan. Gue tau DF emang orangnya seperti itu jadi bagi gue gak masalah, tapi belakangan gue sadari kalo sifat alami cewek emang seperti itu hahaha. Jadi yang nemenin gue ngomong cuma si Riri yang bertanya-tanya tentang sekretariat panitia. DF memberikannya pun seperti bilang, "Aku pengen kamu nerima ini dan jangan protes!" jadi ketika gue tanya kegunaannya apa, dia hampir gak pernah menjawabnya dengan jelas.

Jadi pada waktu orang bertanya dan kelihatannya menginginkan sebuah jawaban singkat tentang arti dari Orange Cake atau kenapa gue menamakan clothing ini dengan nama Orange Cake gue selalu menjawab kalo Orange Cake itu adalah hadiah ulang tahun gue dari seseorang.

Perih emang mendapati hubungan gue dengan DF kandas. Apalagi nama Orange Cake memang berasal dari hubungan gue dengan dia dan gue setiap hari selalu memikirkan hal baru apa yang gue lakukan untuk Orange Cake. Hubungan gue dengan dia juga seperti ditakdirkan untuk tidak kembali seperti semula--karena dulu awalnya semua temen baik gue mengenal baik DF dan DF dianggap pula sebagai bagian dari keluarga itu. Kemudian gue menderita penyakit 'susah move on' dan ketika kita bertemu langsung selalu saja membuat gue frustasi. Gue tau dia bukan berniat seperti itu, mungkin dari guenya sendiri yang terlalu berlebihan. Gue depresi banget sampe gue rasanya ingin amnesia aja, kayak lagunya Rocket Rockers yang itu...

Nasib benda kecil oranye itu sekarang? Kalo gue gak salah saat jaman gue dan DF komunikasinya putus nyambung, kita berdua dipertemukan kembali saat gue menggarap desain buletin sekolahnya dia bersama Koyum, teman gue yang satu redaksi dengan DF. Awalnya dia gak datang, tapi pas revisi kedua dia datang. Mau gak mau kita terlibat komunikasi di situ, gue ketemu dia selalu mengawali topik dengan film. Karena gue pake lepinya Koium untuk menggarap desain, maka tiba-tiba DF memakai Irene Adler, lepi gue. Gue kaget plus khawatir dong, yang awalnya dia cuma lihat film list punya gue lalu beranjak lihat foto-foto gue, dan akhirnya ketemu foto benda kecil oranye itu, lalu dia menanyakan benda itu. Gue jawab masih ada, tapi pikiran gue waktu itu, oh yeah dia ada di dalam kardus yang jarang gue buka lagi. Hahahha. Tapi ketika menulis ini, gue tau itu benda bersejarah banget buat clothing ini dan harus disimpan dengan baik dan benar :)


Hayley's Shirt
Tanggal 15 dan 17 Agustus 2011. Waktu itu Paramore konser di Indonesia untuk pertama kalinya. Waktu di Bali, Hayley memakai sebuah kaos kuning yang dia coret sendiri dengan sebuah persegi panjang dengan tiga lubang persegi panjang berdiri. Dan Aha! Gue harus bikin replikanya! Keinginan itu juga berawal dari kaos-kaos replika yang sama tapi menurut gue tidak ada yang persis yang dipakai dengan Hayley. Lalu gue bertekad membuat kaos yang sama dengan yang dipakai oleh Hayley di Bali dan dijual di Orange Cake Shop.

Maka dari itu gue mengajak 2 temen gue waktu itu, Rio dan Kesi. 2 orang yang bisa menerima pikiran liberal dan ambisius gue. Hahaha. Dari situ kita bertiga mendapatkan kata setuju untuk masing-masing mengeluarkan tabungan untuk kaos ini, lalu pergi ke Surabaya untuk mencari bahan kaos. Tanpa petunjuk dan modal nekat lalu berdasarkan pengalaman gue yang pernah naik kereta ekonomi akhirnya kita muter-muter dari Pasar Kapasan, Pasar Atom lalu ke Pasar Grosir Surabaya. Di PSG kita menemukan kaosnya, namun menurut gue warnanya tidak cocok. Tapi pada akhirnya kita memakai kaos itu namun pembelinya ternyata tidak ada. Hingga akhirnya kaos itu gue jual rugi ke temen-temen gue. Pernah gue ceritakan alasannya di postingan yang paling dahulu hahaha.

Jadi waktu itu kualitasnya masih rata-rata---belakangan gue tau kaos itu berjenis katun kardet. Lalu ukurannya masih kecil banget, karena memang kaos buat anak-anak. Jadi salah langkah deh. Hahaha. Rio minta kaosnya sebagai ganti rugi, namun Kesi gak pernah menanyakannya lagi--mungkin karena dia sibuk dengan dunia fotografi sama kuliah perhotelannya.

Kaos Hari Musik THGB 1433 H
Event musik yang gue sebut paling atas adalah Hari Musik THGB yang saat itu diadakan di tahun 1432 H. Lalu di tahun berikutnya gue bertemu lagi dengan inisiatornya, Pak Munif. Dari situ beliau ingin event ini dilanjutkan, namun secara tidak langsung. Akhirnya gue melangkah duluan dengan membuat kaos lagi. Pada awalnya gue juga sudah membeli kaos untuk persiapan seperti ini dari Surabaya namun kualitasnya tidak cocok namun masih nyaman untuk dipakai.

Gue berkoar-koar di depan Pensi, memberi hadiah kaos untuk meminta dukungan. Namun pada akhirnya gue kena marah dan akhirnya gue gak terlalu berani menjual kaos itu padahal gue sudah bikin banyak. Akhirnya kaos itu dibeli temen-temen gue sendiri. Untuk cerita lengkapnya mungkin bisa dibaca di postingan gue yang dulu hahhaha.

Masalah kaos memang tidak gue permasalahkan, namun yang gue sesalkan adalah tidak diadakannya event Hari Musik. Itu bener-bener mengartikan bahwa perjuangan gue merintis Hari Musik bener-bener tidak ada bekasnya sama sekali :(

Untuk kaosnya sendiri ada dua edisi. Edisi pertama berwarna putih gue gak permasalahkan karena tepat banget desain, warnanya, serta ukurannya. Untuk edisi kedua, gue merasa ditipu. Kaosnya dibilang berjenis katun kombet 30 s--belakangan gue tau itu katun kardet. Ukurannya pun mengecewakan karena tidak mengutamakan panjang tapi mengutamakan lebar kaos.

Bertemu Dengan Mas Syafik
Gue tau orang ini sejak dulu namun gue mendapati keberadaannya saat dia ikut jadi peserta event Hari Musik yang gue jadi ketua panitia di situ. Temen gue, Fafa yang dekat dengan orang itu pun mempertemukan kita berdua. Dari berbagai macam obrolan pada akhirnya proyek kaos yang kita jalankan tidak ada eksekusi sama sekali. Fafa yang juga punya tanggung jawab yang lebih penting lalu Mas Syafik yang punya pasar tidak bisa tanpa Fafa.

Menurut gue masalah medasar adalah Mas Safik tidak pernah mau menjual Orange Cake. Dia sebenernya cuma butuh desainer yang bisa mengalirkan kreatifitas kata-katanya. Jadi menurut hemat gue, gue cuma nyari desainer untuk melanjutkan proyek ini.

Namun meski proyek kita belum berlanjut, gue berterimakasih sekali dengan mereka berdua ini yang meyakinkan passion gue di bidang clothing. Membuka mata gue tentang pasar Fotografer yang ternyata orang-orang berduit smua hahaha. Lalu tentang masalah rohani dan studi gue yang juga diberi pencerahan sama orang ini :)

Apalgi saat itu gue tenggelam dalam dunia ketidak move on nan, ditambah menerima kenyataan DF udah punya tambatan hati yang baru, gue juga mencoba mencari juga orang-orang yang mengerti tentang clothing di Jombang, gue juga waktu itu lagi ngrintis komunitas Shuffle di Jombang.

Bertemu Mylmo
Saat gue merintis komunitas Shuffle di kuartal ketiga tahun 2012--yang akhirnya kandas di akhir 2012, gue bertemu dengan sebuah band indie ini. Sebenernya bukan band ini aja sih, lebih tepatnya anak-anak SMA Grida Jombang angkatan 2010 yang saat itu udah kelas 12.

Masalah per-indie-an ini emang bukan hal baru bagi gue, karena dulu salah seorang temen gue yang kerja di Surabaya, Mawan mengenalkan dunia ini ke gue. Dia juga bercita-cita membangun sebuah distro di Ploso, namun entah dia masih labil atau gimana dia belum bisa mewujudkannya. Dia juga sering bantu-bantu gue tentang info-info terkini dunia indie. Dari Mylmo, gue mengetahui sebuah komunitas lagi yang cukup besar di Jombang bernama GM Manajemen. Akhirnya gue memutuskan untuk fokus di sini, belajar di sini tentang dunia clothing yang bersinergi dengan komunitas musik. Saat itu gue udah membaca artikel ini http://startupbisnis.com/tag/febby-lorentz/ lalu waktu itu gue juga mengikuti perkembangan Petersaysdenim yang mensupport banget musik-musik Hardcore.

Kembali lagi, sekarang gue dipercaya untuk membuat merchandise-nya Mylmo (singkatan dari My Little Monster). Namun karena  gue bekerja sama dengan anak-anak yang emosinya belum terkendali jadi gue juga ketar-ketir sendiri. Hahaha. Gue juga sebenernya pengen lebih masuk ke dalam GM Manajemen utnuk belajar kehidupan clothing dan musik indie itu seperti apa.

Namun studi dan lingkungan gue belum tentu mendukung semua itu. Jadi gue harus pintar-pintar membagi waktu dan tanggung jawab di antara keduanya. Mudahan lancar aja. Amin.


Schitzo Dan Inspirasinya
Jujur, konsep desain Orange Cake berasal dari Schitzo punyanya Raka Cyril. Lebih tepatnya seperti katalog mereka di Desember 2012 yang retro abiss, meskipun gue sudah ngeluarin produk saat itu yang konsep desainnya juga retro. Gue terobsesi sama Schitzo sejak mereka mengeluarkan logo barunya--kemudian dilanjut dengan katalog Schitzo Animalia--yang menurut gue gagal di pasaran. Saat itu gue berpikir bahwa konsep yang dibawa oleh Schitzo adalah Medieval, tapi ternyata namanya adalah Retro. Hahaha.

Tapi thanks buat Raka, dia yang menginspirasi awal gue untuk dibawa kemana Orange Cake, yang memutuskan gue untuk menjadikan Orange Cake sebuah brand. Dan PSD yang membuka mata gue, bahwa merek dari negeri antah berantah bisa bersaing di luar negeri. Haha!

Perubahan Nama?
Gue juga inget ada yang kurang setuju dengan nama Orange Cake. Itu terjadi baru-baru ini juga. Ada dua orang, yang pertama adalah Adit--vokalisnya Mylmo yang berkata bahwa nama Orange Cake itu kurang sangar katanya. Hahaha. Lalu Dianzara yang gue minta saran kritiknya juga ngomong kalo Orange Cake itu bukan nama yang cocok buat anak muda--ditambah dia juga maklum karena gue pernah punya sejarah dengan nama ini yang membuat gue kaget.

Petersaysdenim juga nama kedua dari brand punya Peter. Namun gue lebih tertarik dengan pemilik brand Woles bernama Agitya yang ternyata punya brand lagi sebelum Woles bernama Yeah Right yang kedua-duanya jalan! Mungkin suatu saat gue bakal bikin brand baru yang lebih sangar dan anak muda banget. Hahaha!

Konsep Ke Depan.
Akhir-akhir ini gue berpikir tentang konsep pesan apa yang mau disampaikan dari sebuah desain kaos. Kemarin saat Adit gak setuju dengan nama brand Orange Cake, ada obrolan singkat dari personil band Diamond--apa gitu yang termasuk jajaran GM Manajemen. Ada dua hal yang gue tangkep.

Pertama, adanya praktik membeli sebuah artwork dari orang lain yang kemudian dijadikan kaos. Kedua, konsep yang dibawa clothing-clothing itu ada banyak macemnya tapi yang paling umum adalah soal propaganda, sex drug and alcohol. Setelah itu gue berpikir keras tentang itu dan akhirnya menemukan lagi konsep clothing yang memberi pesan tentang New World Order! Hahaha gila banget.

Dari situ gue berpikir pesan apa yang mau disampaikan kepada orang-orang indie dari Orange Cake. Gue sendiri juga punya konsep tentang Oranje Eiland yang punya cerita-cerita kepahlawanan, tapi gue memutuskan untuk tidak menulis lagi. Juga sulit banget mencari penulis fantasi yang cocok.

Lalu tadi pagi terbersitlah keinginan untuk menanamkan Nasionalisme. Lingkungan gue di Ploso mengajarkan  dan menyebarkan tentang Nasionalisme, dosen gue sendiri ngomong kalo tren ke depannya Nasionalisme bakal diminati sejak perselisihan negara kita dengan Malaysia. Jadi gue berpikir untuk menanamkan Nasionalisme dengan cara Orange Cake!

Untuk detilnya mungkin gue jelaskan kapan-kapan deh, atau lo ikutin aja lewat facebook di http://fb.me/orangecake.creative atau twitter @ORANGECAKEc :)

Senin, 14 Januari 2013

Big Data, Remarkable, Jenius Dunia, dan Visi


Postingan ini bakal panjang. Kenapa? Gak papa sih, perasaan aja ini bakalan panjang. Sepanjang apa? Sepanjang perjalanan gue move on dari de ep.

Serangan Big Data

http://www.symmetrymagazine.org/article/august-2012/particle-physics-tames-big-data

Era internet semakin lama semakin memberatkan. Kenapa? Karena serangan big data informasi yang terus menerus ada setiap harinya. Orang-orang di seluruh planet berlomba-lomba untuk menjadi yang tercepat dalam menyampaikan informasi, takutnya mereka akan menadi basi dan dilupakan orang lain.
Gue sendiri menjadi korban. Setiap hari apa yang gue buka di internet gak terlalu berdampak positif dengan bisnis gue. Kadang gue sendiri ditarik oleh medan magnet untuk mengonsumsi terus menerus dengan big data itu, entah itu media berupa tulisan, music atau yang paling hebat, video.

Sabtu, 12 Januari 2013

Blessing From Old Fellows



"Melayani keluarga dulu, baru kerja :D"
Krijgers--sudah lama gue gak pake istilah ini. Seperti yang kalian ketahui untuk bulan Januari 2013 kita memakai tagline "Blessing From Old Fellows" yang tergabung dalam Spring Stories of 2013.

Jujur, pada dasarnya gue gak terlalu bisa jelasin secara gamblang kenapa Oshi memilih ini sebagai tagline di bulan Januari ini. Hal ini sangat kompleks, dan mungkin gak bisa dipake dengan nalar. Namun ketika Krijgers percaya pada sesuatu maka sesuatu itu akan ada.

Blessing From The Old Fellows kurang lebih artinya restu dari para orang tua, para sesepuh, para tetua yang dihormati. Gue pikir ini adalah sebuah prinsip dari para Ridder of Oranje Eiland untuk selalu menghormati orang tua. Dimana para para orang tua itu lebih kompeten dalam kehidupan kita yang muda-muda ini.
Neva Gave Ap, Jojoz
Kapitrein of Oranje Ridder from Oranje Eiland -- Founder of Oshi

Kamis, 27 Desember 2012

List of Wants and Needs


Ehem. First, gue pengen ngucapin Selamat Natal bagi yang merayakan. Especially buat ehem Kiko ehem. Ohya buat temen gue juga si Erlin, gue janji ke Malang buat ketemu dia ternyata belum kesampaian hahaha. Gila, gue kenal dia sejak SD lho.

Sebenernya postingan kali ini adalah curhat, ah daripada curhat mending menginspirasi orang aja lah. Tapi entah postingan kali ini adalah postingan menginspirasi atau enggak, gue juga gak tau hahaha. Oke, sebenernya mau share aja barang-barang yang dibutuhkan sama dipengenin, entah tahun 2013 bakal punya atau enggak gue juga gak tau hahaha. Oke, langsung aja.

Gang Metal Manajemen
https://www.facebook.com/GMMjbg
Pengen Punya Manajemen
Gue belum jelas mau manajemen artis apa manajemen yang terdiri dari orang-orang clothing. Tapi yang jelas gue inginin adalah dimana terkumpulnya orang-orang dalam satu wadah. Mengemban misi yang sama. Orang-orang tersebut saling isi mengisi kelemahan. Punya lifestyle yang sama. Bila salah satu anggota tidak bisa, maka yang lain siap meneruskan. Seperti itu gambarannya. Menurut gue sendiri, 'manajemen' itu adalah lanjutan dari 'komunitas'. Ibarat siklus anak-anak-remaja-dewasa. Tapi hal ini masih gue pelajari sih. Gue belum mengerti sistem manajemen seperti apa, lagipula gue masih awam tentang masalah visi dan misi.

http://www.tribunnews.com/2011/08/31/hanya-putra-dan-menantu-yang-sungkeman-dengan-sby
Blessing From Old Fellow
Rencananya ini akan menjadi tagline buat bulan Januari besok. Terinspirasi dari pelajaran yang gue terima tadi pagi. Dimana kelestarian dari sebuah kegiatan apapun itu tak boleh lepas dari restu oleh para orang tua. Jika orang tua tidak merestui maka semuanya akan sia-sia. Intinya gue pengen Orange Cake seperti itu.

http://www.play.com/Clothing/Accessories/-/3056/2323/-/32260317/New-Era-Men-Stow-Away-Snapback-Cap/Product.html?searchfilters=c%7B3060%7D+ae233%7B25-29.99%7D+

Snapback
Waktu kemarin lihat Vierra di Kediri, snapback gue diminta sama salah seorang anak Vierrania. Akhirnya gue kasikan aja deh. Pertama, karena snapbacknya sangat sempit. Kedua, karena belinya di pinggir jalan. Muahahaha.
Range price: 15k-40k

http://id.topman.com/webapp/wcs/stores/servlet/ProductDisplay?beginIndex=0&viewAllFlag=&catalogId=33056&storeId=12555&productId=5367267&langId=-1&categoryId=&searchTerm=Stretch%20and%20Spray&pageSize=20&geoip=prod
Skinny Jeans
Meski mengaku anak band, gue gak punya skinny jeans sama sekali. Ini hal yang mesti dihindari sebenernya (baca: memalukan) hahaha.
Range price 150k-300k

http://simplysweetnsavory.blogspot.com/2012/05/moist-orange-cake.html
Orange Cake
Iya, Orange Cake betulan. Lucunya adalah ketika kita memakai 'Orange Cake' sebagai nama brand, gue belum pernah makan Orange Cake. Wuahahaha. Jadi banyak orang yang salah persepsi ketika nama brand gue disebut, dikira ini orang jualan cake gitu. Aaaaaaa. Tapi gak papa sih. Gue juga kenal orang yang suka bikin cake gitu. Bisa dijadikan alternatif bisnis lain. Wohohoho.
Range price: 60k-100k

http://richkiosk.com/blog/network-marketing/oppa-gangnam-style-marketing/
Kacamata
Sebagai orang pengamat fashion, kacamata gue cuma satu. Itupun oleh-oleh dari Study Tour di Jogja. Hahaha. Pengen beli yang baru, tapi gaya hidup gue sebelum mendirikan clothing ini bisa dibilang bukan orang yang emang mengamati penampilan. Jadi rada sulit juga sih.
Range price 10k-30k

http://gzbomao.en.made-in-china.com/product/coenbkMKSjhV/China-Clothing-Label.html

Label Product
Nah ini yang buat bisnis. Label Product itu yang biasanya ditaruh di bawah kaos untuk manampilkan brand yang membuat produk itu. Kemarin @aditya_prt nawarin Rp 80/pcs dengan minimal beli 1000 pcs jadi Rp. 80.000, namun anak ini masih termasuk tipikal orang yang cuma memberitau aja, langkah selanjutnya silahkan lanjutkan sendiri. Hahaha. Tapi pada awalnya sebelum ditawari Adit, gue sendiri udah nemu orang yang bisa bikin gitu, cuma belum tau harganya aja. Desainnya juga belum gue buat. Oke habis ini deh.
Range price: 50k-80k

Stiker Band
Band gue, Sun Never Sets Down harus bikin promosi. Ide yang umum adalah membuat stiker terus dibagikan ke orang-orang. Tapi ternyata anak-anak abg yang gue rawat ini maunya dimanjain terus. Susah deh.
Range price: 10k-50k

http://product.madeinchina.com/Top-2012-Portable-mini-PC-Sound-laptop-speakers_13261750.shtml
Sound Portable
Kegiatan shuffle minimal membutuhkan sound system, mp3 player dan 3-4 orang. Nah mp3 player kan bisa dari Irene Adler, netbuk samsung gue. Orang-orangnya udah dikumpulin tapi ternyata sound bawaan dari Irene Adler gak cukup, ya akhirnya kita butuh sound yang lebih mantap lagi. Harga pasarannya sekarang masih 100ribuan ke atas. Masih mikir juga.
Range price: 100k-150k

Mp3 Player
Karena Nokia ege gue gak bisa dipake buat dengerin musik tanpa membuat berisik (baca: gak bisa dimasukin headset), gue bercita-cita untuk membeli mp3 player sendiri dan gak boleh dipinjemin sama orang lain. Tapi gak kesampaian sampe sekarang -___-
Range price: 30k-50k

Kalo ditotal berapa ya. Kalo harga paling murah ditotal sama dengan 425k. Kalo yang paling mahal ditotal sama dengan 800k. Hmm.

---------------

Gue juga menchirp-kan Kultwitnya mas @adezAulia berjudul #Bisnis Distro #BisnisDistro by @AdezAulia - Chirpstory

Dari situ gue mendapatkan banyak point, dari membentuk komunitas seperti di atas atau yang paling gue inget adalah

"Hanya mengandalkan desain baju, bukan segalanya gak akan lanjut bisnisnya. Karena masih banyak desainer yang punya hasil karya yang lebih bagus"

Waduh waduh -___-

---------------

Dan jangan lupa untuk kunjungi http://orangecakecreative.blogspot.com gue butuh banyak kritik dan saran buat portal ini. Follow juga gue @aliasjojoz dan @orangecakec dan like fanpage di http://fb.me/orangecake.creative

Terimakasih! :)

Sabtu, 22 Desember 2012

Finally! First Product For Orange Cake Clothing!


Akhirnya, setelah memakai the power of kepepet dan melewatkan sebuah kesempatan untuk menambang lebih banyak uang, gue akhirnya berhasil membuat sebuah kaos! Hahaha.

maunya levitasi tapi yang moto bukan orang proffesional -___-
Jadi bahannya adalah Cotton Combed 30s, halus sekali dan lumayan tipis, gue beli dari kaskus. Lumayan lama gue belinya, menunggu waktu yang tepat di tengah kesibukan-kesibukan non-profit lain untuk menyablon. Akhirnya setelah Mas Foks, orang yang direkomendasikan buat nyablon satuan ternyata lagi penuh akhirnya gue memutuskan untuk menggunakan jasa sablon di Idea Digital Printing yang jaraknya hanya beberapa rumah dari outletnya Mas Foks. Gue lupa daerahnya apa, dari arah Ringin Contong Jombang menuju ke Alun-Alun di lampu merah pertama belok kiri :)

Mengapa pake The Power of Kepepet? Ternyata gue ini orangnya emang masih trauma dengan produk-produk clothing gue sebelumnya yang gak laku -___-. Kemudian Fafa, partner gue ternyata membuat sebuah kesepakatan di luar sepengetahuan gue. Dikiranya gue ini paham dan bisa memenuhi kesepakatannya itu, tapi akhirnya gue nyadar kesepakatan ini gak nyambung dengan idealisme gue akhirnya gue gantungin lama banget. Dan pihak ketiga yang merasa punya kesepakatan tiba-tiba menghubungi gue, minta hasil kesepakatannya dan gue jelas bingung karena belum melakukan apa-apa ditambah dari awal gue gak paham dan berseberangan dnegan kesepakatannya lalu Fafa karena satu hal udah minta maaf ke gue karena dia harus pulang ke Lampung kemudian ada tenggat waktu hingga akhirnya gue kepepet.

Apa sih kesepakatannya? Jadi orang ketiga ini, namanya Obik adalah pemasok dengan pasar yang lumayan besar. Karena suatu hal dia udah gak bisa lagi melanjutkan memenuhi permintaan-permintaan pasarnya. Dan maunya dilempar ke gue sama Fafa. Dan setelah gue pikir itu jelas beda dengan idealisme yang gue pegang, karena yang gue pengenin adalah membangun brand bukan memenuhi pesanan orang. Akhirnya gue mengambil kesepakatan dengan Obik dengan hanya memberi contoh kepada dia dan pasarnya dia. Namun di tengah kepanikan dengan tenggat waktu yang singkat, akhirnya gue gak kesampaian buat memenuhi kesepakatan.

Sedih emang mengecewakan orang, apalagi yang menjanjikan ini pake nama kita. Gue punya prinsip kalo emang kita gak bisa memenuhi ya bilang aja gak bisa memenuhi. Kalo emang bisa dicoba, kita coba aja itung-itung pengalaman :)

Oh ya, gue juga membuat blog sendiri buat Orange Cake Clothing kunjungi aja http://orangecakecreative.tumblr.com. Gue terinspirasi Schitzo, dengan membangun sebuah blog yang menceritakan sejarahnya Schitzo dari awal. Gue juga sebenernya udah lama pengen bikin blog di tumblr, tapi belum tau ntar mau digunakan apa, udah enjoy sama Blogger soalnya. Jadi rencananya blog ini bakal memposting produk-produk dari Orange Cake Clothing :)

Jangan lupa buat ngunjungin portal blog gue di http://orangecakcreative.blogspot.com jangan lupa di subcribe, join forumnya di Facebook, like pages nya di banner sebelah kiri blog ini dan follow di twitter @OrangeCakeC :D

Minggu, 09 Desember 2012

Produk Kaos Yang Ideal

http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000015742814/thailand-movie-lover039s-sawadee-krap--please-come-in-----part-2/38

Ideal identik dengan idealis. Biasanya orang idealis sulit sekali menjadi komersil. Gue orang idealis sebenernya tapi terobsesi banget sama yang namanya bisnis. Hahaha.

Dulu gue sempet pasang tagline di blog portofolio gue di http://jojozshowcase.blogspot.com 'It's not merchandise, it's art!'. Dulu dan sampai sekarang gue berprinsip seperti itu dalam membuat desain sebuah kaos. Jadi produknya itu gue buat sebagai karya seni, bukan sebagai barang dagangan. Dibuat dengan penuh passion dan cinta #halah.

Seperti itulah kaos yang ideal bagi gue. Eksklusifitas, Otentik, dan Unik :)

Ada juga sih prinsip idealis lain yang berhubungan sama clothing line. Prinsip ini gue dapetin dari artikelnya @StartupBisnis http://twitter.com/startupbisnis. Pada dasarnya clothing dan distro adalah kaum supporter dari para aktivis-aktivis muda. Aktivis di sini jangan diartikan sebagai aktivis mahasiswa hukum yang sering demo itu hehehe tapi aktivis yang gue maksud adalah orang-orang yang terobsesi banget sama kegiatan-kegiatan yang digandrungi sama anak muda.

Aktivis-aktivis muda ini bermacam-macam sekali macamnya, mulai dari musik, basket, bmx, skateboard, dll. Namun kebanyakan sih aktivis yang disupport adalah kegiatan-kegiatan orang urban yang gak banyak ditemui di kampung kampung. Gue belum ada denger kalo ada Clothing yang support acara tujuh belasan di kampung :D

Jadi clothing bukanlah produk massal yang dijual ke orang banyak, tapi pada dasarnya adalah bentuk support terhadap aktivitas-aktivitas kaum muda urban. Karena ke-ekslusifitasannya, ke-otentikannya, dan keunikannya. Menurut gue sih ya, tolong dibenerin kalo salah :)

Perkembangannya sendiri pun jadi tak disangka menjadi booming. Banyak clothing yang bermunculan namun mereka ini gak tahu sama sekali prinsip dasar dari clothing sendiri hingga mereka jadi jatuh bangun dan akhirnya tenggelam namanya.

Dewasa ini, semua clothing membutuhkan sebuah identitas diri yang gak bisa ditiru sama yang lain. Suatu ide dasar dari pendirinya. Sesuatu yang mereka gak bisa tahu dengan hanya melihatnya saja, tapi harus bertanya kepada pendirinya. Suatu semangat. Suatu visi.

Jumat, 30 November 2012

Alasan Gue Bikin Web Portal

http://ieffffffaaaa.blogspot.com/2012/02/alasan.html



Emang rada aneh ya, seorang dari 2-3 bulan yang lalu berkoar-koar di blognya sendiri bahwa pengen banget buka sebuah brand clothing line yang bisa mengalahin brand raksasa negeri lain akhirnya jadi fokus buat bikin web portal. Ini memang di dasari oleh banyak kesamaan, dan salahnya gue baru nyadar sekarang x)

Pertama, gue terlalu banyak membaca artikel dari web portal macam MBDC dan Provoke Magazine. Jadi seolah-olah gue adalah pembaca setia mereka dan ikut terpengaruh dengan gaya bicara para penulisnya.

Dua, gue ternyata hobi blogging. Meski dulu ingin jadi penulis fiksi, tapi blogging kan menulis fakta ya? Jadi bener-bener beda. Lagian gue juga belum punya tim, jadi kayak ngeblog di blog sendiri tapi terjadwal hahaha.

Tiga, gue yakin ini karena gue pernah jadi back leader di mading zaman sma gue selama 2-3 tahun. Kenapa back leader? Karena nama gue gak ditulis sebagai leader di jajaran pengurus. Membangun web portal layaknya gue punya mading sendiri yang gue punya tim sendiri buat ngisinya dan gue tau para pembacanya yang butuh banget artikel-artikel di portal gue ini.

Empat, gue orangnya kritis. Alm pak Wadi aja yang notabene seorang yang disegani kaget sama gue yang menanyakan persoalan-persoalan politik. Tapi kritis bukan hanya tentang politik aja tapi tentang nasionalisme dan kepedulian kita terhadap sesuatu.

Meskipun gue tau ini belum bisa menghasilkan profit, tapi gue sangat enjoy mengisinya :)

Untuk masalah profit sendiri gue membaca artikel #99 dari pak @hermawank. Yang gue inget ada kalimat 'Free On Youtube! Paid On Live!'. Jadi emang profitnya emang bukan dari hasil produksinya sendiri. Ibarat kita bikin tahu tempe, jelas profit untuk kita dari jualan tahu tempe itu.

Kebanyakan web portal menghasilkan profit dari iklan. Itu terlalu menurut mainstream menurut gue. Dan lagi, harus mengandalkan traffic yang didukung oleh SEO yang canggih. Wah gue kan gak paham SEO. Gue berpikir profit yang gue hasilkan mungkin diundang ke acara-acara talkshow. Hahaha ibaratnya kayak penulis-penulis buku aja :D Di sisi lain gue juga mungkin bisa menghasilkan profit dari clothing, karena pada dasarnya tujuan gue buat bikn web portal adalah untuk mendukung brand clothingnya sendiri hehehe.

Kunjungi web portal gue, Orange Cake Creative Community http://orangecakecreative.blogspot.com

Gue juga butuh penulis nih yang interest dengan salah satu dari ini, yaitu twitter, musik indie, clothing, kampanye nasionalisme, logo designing dan photography. Kontak gue di blog ini atau twitter gue di http://twitter.com/aliasjojoz :)

-----------------------------

Gue juga punya band. Didirikan atas dasar kesukaan kita pada band bernama Paramore dengan alternative rock, not exactly alternative rock soalnya banyak yang memberi julukan mereka itu pop punk. Sekarang gue ajak buat pindah ke jalur pop punk indie yang notabene komunitasnya lebih gede lagi. Tapi pada gak mau. Sial.

Gue pun terlintas ide. Gue pikir lebih baik gedein ini band dulu baru ngangkat clothingnya. Sebelumnya padahal gue bilang ke Kece, bandmate gue bahwa lebih baik kita gedein clothingnya dulu baru ngeband yang ternyata gak jalan, soalnya para bandmate gue ini belum tertarik sama istilah 'clothing yang support band'. Jadilah gue balik tuh. Itu buat marketing di daerah gue sendiri, kalo di dunia maya jelas lewat portal dan blog gue ini.

Oke deh. Semoga menginspirasi. Gue tunggu saran-sarannya nih :D

Selasa, 27 November 2012

Jadinya Portal Dan Polling Desain

snapshot orangecakecreative.blogspot.com



Seperti post sebelumnya, gue bakal membuat sebuah portal web. Yang belum tau portal web itu seperti apa, ya sama aja sih kayak blog cuma menurut gue kayak majalah digital gitu. Misalnya kayak detik.com nah itu disebut portal berita, dan portal yang gue buat ini lebih ke arah majalah lifestyle.

Oke. Sekarang lo bisa liat di http://orangecakecreative.blogspot.com jangan lupa isi pollingnya yua :D

Rencananya sih gini, tiap hari portal ini bakal posting satu-dua artikel yang terjadwal. Misalnya hari Kamis gue nulis artikel tentang Produk Clothing Line Indonesia sama artikel pendapat kesotoyan gue tentang sebuah foto. Lalu hari Minggu nya bahas masalah Logo sebuah perusahaan dan filosofinya.

Masih tahap beta, masih banyak yang harus ditambah. Misalnya komentar, gue gak mau juga ketika ada yang bales komennya mereka gak tau kalo komennya dibales. Nah gue mikir, kadang orang-orang Indonesia itu jarang ada yang buka email. Hmmm.

Jadi sekarang pekerjaannya ya banyak baca-baca tentang membuat sebuah konten, dan lagi menghabiskan ebook nya StartUpBisnis.Com tentang membuat killer content :D

Oh ya, content-content ini harusnya lebih mengenal tentang SEO, tapi gue sama sekali gak mudeng masalah SEO. Belajar ke siapa yak.

Terus clothingnya gimana? Gilak sulit banget. Di tahap sekarang gue cuma bisa produksi kaos buat gue seorang. Modalnya belum ada, soalnya tabungan gue lagi dipake buat setahun dua tahun mendatang jadi gak boleh diutak-atik -___-

Insya Alloh ada jalan :D

Dan terakhir, gue membuat polling di sini http://fb.me/orangecake.creative jadi di page ini gue membuat 11 desain retro (di album foto) yang butuh like terbanyak, dimana yang dapet like terbanyak nanti bakal dijadiin kaos :)



Nah kalo ini favorit gue :D

Kalo mau vote silakan :D https://www.facebook.com/media/set/?set=a.517514004928115.124139.327364960609688&type=1&l=50bc9d00d7 ditutup sampe akhir November loh

Minggu, 25 November 2012

Bikin Portal?


Bikin Portal?

http://www.imepl.com/multimedia/web_development.htm


Kayaknya gue pengen bikin portal. Karena terlalu banyak membaca sesuatu yang sama "Bikinlah konten yang bagus dulu sebelum berperang di social media". Gue juga dulu pengen sih buat bikin portal gitu yang khusus untuk dunia fantasi tapi gagal karena orientasi gue sekarang bukan sebagai orang suka bikin cerita fiksi. Background gue yang emang pernah di majalah dinding sekolah selama 2 tahun, membuat kepercayaan diri gue juga tinggi. Namun masalahnya gue harus nemu orang yang mau nulis juga buat portal ini, bukan hanya gue sendiri.

Portalnya tapi non-profit. Karena hidup dari komunitas dan brand. Dan mencerminkan tentang Orange Cake, Music Photography and Logos. Beberapa tema yang mau gue angkat antara lain.

1. Produk-produk terbaru Clothing untuk membantu para industri lokal

2. Follow Friday untuk membantu para user twitter menemukan orang yang pantas untuk di follow.

3. Ada kategori khusus yang menerangkan profil dan sejarah band-band indie Indonesia.

4. Juga ada kategori yang membahas sebuah logo dari perusahaan dan filosofinya.

5. Ada juga yang membahas tentang seorang cewek yang skill bermain musiknya gak diragukan, karena cewek yang main musik itu seksi :D

6. Dan terakhir tentang cerita fiksi yang berhubungan dengan Orange Cake.

Let's start!

Selasa, 20 November 2012

From Bandung To The World

fb.me/petersaysdenim


Somehow, gue terlibat percakapan dengan @alvin_rama, anak ABG Jombang yang menurut gue gak pernah ketinggalan dengan masalah dunia musik dan clothing di Indonesia (meskipun dia sendiri hanya pengamat dan konsumen aja). Dan ketika kita berdua membicarakan Petersaysdenim dia gak berhenti untuk ngomong kalo PSD (petersaysdenim) dengan umur yang masih 4 tahun (2008-2012) bisa dipake sama band-band dunia macam Bring Me The Horizon, Alesana, Blessthefall, dll.

Well band-band yang disupport kebanyakan gue gak terlalu kenal sih, maklum band indie. Tapi komunitasnya kuat, itu yang gue rasain sendiri meski gue sendiri di Indonesia.

Gue sendiri gak terlalu terkejut kalo PSD bisa sesukse itu dalam umur yang sebiji jagung, ah itu cuma keberuntungannya kang Peter aja menurut gue gitu.

Lalu gue tertarik untuk mencari peserta-peserta yang akan mengambil booth di @JakCloth Desember ini. Dan gue kaget ternyata banyak dari mereka yang udah lama melintang di dunia clothing! Ya, ada yang ketika gue baru berumur 10 tahun (2002) yang gak tau apa masalah clothing mereka sudah bikin brand!

Kemudian gue teringat. Teringat pada artikel-artikel yang menulis tentang kesuksesannnya PSD. Berkali-berkali mereka bilang bahwa Peter membaca bahwa brand-brand Indonesia yang terkena dampak demam distro gak pernah menembak pasar luar negeri. Maka dari itu menurut gue kang Peter konsentrasi untuk pasar luar negeri. Dan dia mulai belajar untuk memahami cara-cara untuk ekspor dan tetek bengeknya.

Nah itu rahasianya. Menurut gue sih. Tapi di antara itu semua gue salut sama kejernihannya idealisme PSD (entah istilah apa, tapi gue memilih kata 'kejernihan' hahaha).

Pertama, mereka menganggap dengan berjualan di Indonesia, sama aja berperang dengan sodara sendiri. Telah muncul brand-brand clothing layaknya kena demam boyband. Meminjam istilahnya @aditya_prt 'kayak band-band ababil yang hanya main di festival'. Hahaha. Yah, meskipun gue tau sendiri, menurut founder nya @vandariasaga dan juga foundernya @togeproductions bahwa orang luar negeri itu melihat Indonesia sebagai pasar yang menjanjikan ditambah realitanya menurut pak @yuswohady bahwa brand-brand mewah sekarang bisa dijangkau oleh kaum ekonomi menengah Indonesia yang paling banyak jumlahnya. Memang hal yang disayangkan kalo orang Indonesia sendiri gak bangga sama produk dalam negeri. Namun semua anak muda gaul Indonesia setuju kalo mereka bakal diam mendengarkan ketika ada yang ngomongin Petersaysdenim. Bukti kalo mereka bangga sama PSD :)

Kedua, meski menurut gue mereka gak kelihatan agresif di pasar lokal tapi sebenernya mereka juga memperhatikan pasar Indonesia. Ini terlihat ketika produk-produk mereka dibajak oleh pihak-pihak yang oportunis, Peter selalu ngetwit tentang bangganya membeli produk asli dan produk Indonesia. Gue gak pernah denger menuntut di jalur hukum. Mungkin karena gak tahu menuntut siapa atau mereka gak mau membunuh saudaranya sendiri dan lebih memilih mendidik mereka untuk tidak memakai produk palsu.

Well, PSD baru saja nyelesain tur di Eropa :)

https://www.facebook.com/media/set/?set=a.10151142746337568.485436.38785162567&type=3

Senin, 19 November 2012

Rasa Kemanusiaan

http://sahabatalaqsha.com/nws/?p=3630

Postingan ini adalah lanjutan dari postingan gue di blog Orange Cake Creative, tentang November's tagline "Every Humans Wants Humanity". Yang gue maksud dengan tagline itu adalah kemanusiaan.

Apa yang mendasari gue mengambil tagline itu?

Hal pertama dan yang paling berpengaruh adalah tulisan-tulisannya pak @hermawank yang bisa kalian cek di sini http://the-marketeers.com/archives/category/hermawan-kartajaya-serial-100-tulisan

Sebenernya ketika gue menulis postingan tentang tagline itu pada awal November yang lalu, gue belum sepenuhnya mengerti tentang tulisan-tulisan pak Hermawan. Tapi Alhamdulillah sekarang gue ngerti meskipun memang ada poin-poin yang lupa dan bahasanya pak Hermawan yang sangat ilmiah sekali. Hehehe.

Pak Hermawan bercerita tentang sebuah konsep marketing generasi ketiga yang membuatnya kembali pada zaman dimana tak ada yang namanya perbedaan kaum marjinal dan kaum jetset. Kebudayaan timur, kebudayaan Indonesia sudah memilikinya (namun sekarang terancam) dimana kebudayaan Eropa dan Amerika yang menjadi panutan telah menjadi sebuah kehancuran yang nyata.

Apa sih kebudayaannya?

Kebudayaan yang menjunjung rasa kemanusiaan.
Dimana harkat martabat manusia dijunjung tinggi.
Dimana manusia berperilaku baik kepada sesama manusia.
Dimana manusia saling hormat menghormati.
Saling sayang menyanyangi.
Dimana agama berperan lebih mendasar daripada hal lain.
Dimana manusia gak ingin ditipu, disakiti, dikhianati.

Beruntung gue mendapati itu semua di lingkungan gue yang sekarang. Yah, gue hidup di kota kecil dan gue beruntung karena lingkungan seperti ini bakal menjadi konsep marketing masa depan.

Intinya adalah menjadi teman. Kita menganggap konsumen bukan sebagai target yang harus membeli produk kita. Kita menganggap konsumen bukan sebagai raja yang harus dipenuhi komplainnya. Kita menganggap konsumen sebagai teman, berbicara kepada mereka sebagai teman, menolong mereka sebagai teman dan hadir di depan mereka sebagai teman.

Beruntung banget bagi orang yang sangat hobi sekali berteman :))

Tapi jangan sampai kita menawarkan sesuatu untuk dijual. Itu sama aja bohong. Seorang teman gak mungkin menjadikan teman sebagai target konsumsi.

Lakukan semuanya dari hati. Seperti agama-agama bilang, harus ikhlas ketika melakukan sesuatu. Banyaklah memberi daripada menerima :)))

Gue pikir konsep marketing ini erat kaitannya dengan personal branding. Kalo di dalam ilmu branding disebut dengan position kalo gak salah. Dimana setiap orang yang kita temui setidaknya mengetahui apa yang menjadi kemampuan kita, dimana suatu waktu kita bakal diminta tolong dengan kemampuan kita itu. Karena semua orang tahu kita harus menyerahkan segala sesuatunya pada ahlinya.

Bagaimana dengan sebuah brand? Bagaimana dengan Orange Cake? Bukannya itu bukan sebuah Personal Branding?

Ya itu yang gue belum pahami. Tapi gue setuju dengan memasang tagline, Music Photography and Logos.

Music sebagai passion gue. Photography juga sebagai passion gue juga. Lalu Logos dimana kemampuan gue untuk mendesain sebuah logo.

Gue pengen orang mengenal Orange Cake sebagai sesuatu yang mensupport Music, mensupport Photography dan mensupport Graphic Design (khususnya logo).

Tapi jelas itu sebuah hal yang umum. Bukan anti mainstream :)

Kegalauan tentang visi ini mungkin bakal gue posting di lain hari :)

Oh iya. Gue juga bakal pasang disquss comment box, mudahan terbiasa ya :)

Rabu, 24 Oktober 2012

Dilema Menonton Konser Musik

http://www.soundproofmagazine.com/Canada/Events/Vans_Warped_Tour_Race_City_Speedway.html


Intro. Bagi orang yang pemikirannya urban (tapi hidup lingkungan desa) menonton konser musik adalah life style yang menjadi kebanggaan tersendiri. Apalagi yang ngadain konser adalah sebuah komunitas, dimana rata-rata yang nonton adalah kenalan dari tiap-tiap performers yang udah kenal lumayan lama. Wah tentu itu menjadi nilai plus tersendiri.

Yang gue maksud di sini adalah konser band-band indie loh bukan konser band-band major label yang kaya-kaya itu. Meskipun gue sendiri belum pernah ngerasain masuk komunitas indie kayak gitu, tapi seperti apa yang kalian ketahui kebanyakan isi blog ini adalah kesoktahuan gue. Hahaha.

Gue menjadi anak band bukan dari kemarin sore, itu yang baru gue sadarin sekarang x)

Menonton konser musik memang bukan hal yang rutin gue lakukan, tapi gue tau rasanya ketika komunitas indie mengadakan konser dengan bintang tamu sebuah band major label dengan fans fanatiknya. Sebenernya gue gak mau beda-bedain sih, cuma rasanya beda aja ketika kita melihat band pembuka dan orang-orang pada mengelu-elukan band itu dan kita gak tau apa-apa dengan band itu. Itu rasanya beda banget.

Gue yang berpaham hipster membawa gue selalu penasaran dan terbuka pada musik-musik baru sehingga gue gak selalu konsisten pada satu jenis musik tertentu. Hahaha.

Oke cukup intronya.

Bagi orang desa kayak gue ini menonton konser mungkin sebuah barang mewah, perlu perjuangan semisal menabung, gak jajan selama sebulan, persiapan fisik juga dan mencari-cari informasi tentang tiket, angkutan dan lokasi. Semua butuh perjuangan.

Tiket masuk. Seolah-olah menjadi barang mewah dengan harganya terlampau mewah juga. Namun seringkali tiket masuk ini dirobek ketika masuk venue. Jiahahahaha. Jahat sekali nih panitianya. Padahal kan buat kenang-kenangan. Lagian mahal-mahal belinya akhirnya cuma dirobek doang.

Nah kemudian kadangkala gue sempat menangkap stand booth yang jualan mercahndise band-band yang akan perform. Nah timbullah keinginan untuk membeli merch-merch yang bertebaran gitu, selain karena tergoda dan bisa dibuat kenangan, kita juga bisa mendukung brand-brand tersebut untuk hidup. Memang sih katanya Bang Peter, kalo clothing mendukung acara-acara musik seperti itu profitnya gak langsung dirasakan. Tapi biasanya barang-barang yang dijual terbatas sekali dan gak akan dijual di lain hari. Hyahhh.

Bagaimana gue melihat peluang ini?

Kalo gue sih punya ide maketin tiket masuk dengan produk. Lhoh ntar pada make kaosnya yang sama? Lhoh distro kan produknya terbatas dijamin gak bakalan sama deh. Jelas ntar kita bakal nurunin harga dong? Yah namanya juga promosi bos, seperti yang gue bilang di atas dampaknya gak dirasain langsung. La kalo gitu ekslusifitas-nya bisa berkurang dong kan semua orang bisa beli? Iya, nah makanya kita harus per-limit juga siapa yang bisa beli produknya. Misalnya dari jam berapa sampai jam berapa. Atau produknya yang kita limit, atau kita jual produk yang clearance sale kan bisa. Tapi lebih baik jangan setengah-setengah deh.

Nah begitulah. Patut dicoba :D

Senin, 22 Oktober 2012

Orange Cake Creative Community: Oktober: Youthfulness Is Your Weapon

Orange Cake Creative Community: Oktober: Youthfulness Is Your Weapon:




Kalo gue rasain sendiri masa muda itu masa yang penuh godaan. Dari godaan kita ikutan pacaran karena melihat cowok lagi gonceng cewek pake Ninja R di jalanan. Lalu godaan untuk berhura-hura semalaman gara-gara bareng temen-temen seperjuangan kita. Adapula godaan untuk bermain terus tanpa menghiraukan sekolah.

Ya itulah masa muda. Dimana kita masih belum bisa berpikir ke depan, dimana kita masih belum bisa memakai kecerdasan untuk tidak melakukan kesalahan.

Coba kita lihat kegiatannya orang dewasa (meskipun gue belum dikatakan udah dewasa), para orang-orang tua banyak pengen kembali ke masa mudanya. Gak percaya? Tanyain mereka aja deh.

Kenapa bisa begitu? Karena mereka gak memiliki banyak waktu meskipun mereka punya banyak uang. Dan ketika mereka punya banyak waktu di hari tua, mereka sudah gak memiliki tenaga lagi kayak waktu muda dulu lagi. Pik puk. Sia-sia.

Ingat gak sama teori ini, atau mungkin kamu baru tahu teori ini.

Muda >> Punya waktu, punya tenaga, tapi gak punya uang.
Dewasa >> Punya tenaga, punya uang tapi gak punya waktu.
Tua >> Punya uang, punya waktu tapi gak punya tenaga.

Jadi youthfulness is your weapon, masa mudamu itulah senjatamu! Jangan sia-siakan masa mudamu untuk hal-hal yang berguna! Makanya orang-orang bilang masa depan jangan dirusak di masa muda :D



Pertama, carilah keahlian kamu itu di bidang apa!

Ya, mungkin kamu berpikir ini gak penting tapi memilih sesuatu yang kamu kuasain itu bukan hal yang mudah. Namun semakin muda kita tahu bidang apa yang kita kuasain semakin bagus! Kalo kamu berumur 12 tahun dan baca ini segera cari tau apa yang kamu lakuin di masa depan nanti!

Misalnya kalo kamu percaya bidang yang kamu kuasain itu musik, maka carilah orang yang paling pandai dalam bermusik dan bergurulah kepadanya sampai kamu puas. Ikutilah festival-festival musik juga buat mengasah kemampuan perform kamu juga.

Gue sendiri aja baru menemukan bidang gue dimana ketika berumur 20 tahun. Dan ya, gue baru dalam proses ke satu ini, namun gue udah mau masuk proses yang kedua :p

Namun yang paling penting di proses yang pertama ini adalah konsistensi! Jangan sampai kamu berganti haluan dengan hal yang lain! Ini kesalahan gue sehingga di umur 20 tahun gue baru tau apa yang gue mau. Kalo ada yang mengejek kamu dengan hal yang kamu lakukan jangan patah semangat dan berhenti teruslah belajar dengan apa yang kamu percayai dan ketika kamu udah menguasai barulah kita masuk proses kedua.

Kedua, berilah keahlian kamu ke komunitas!

Biasanya anak muda lebih aktif berkomunitas, anggep aja kamu udah nemu komunitas yang kamu enjoy banged di dalamnya. Biasanya komunitas yang kamu enjoy banged di dalamnya adalah komunitas yang sepaham dengan kamu.

Dan setelah kamu nemu itu, maka ikutlah membantu komunitas itu dengan keahlian kamu! Seperti apa yang dikatakan John F. Kennedy yang fenomenal itu, "Jangan tanya apa yang kamu terima dari negaramu, tapi tanyalah apa yang bisa kamu beri kepada negaramu!"

Misalnya, kamu keahliannya musik sudah punya band sendiri lagi dan komunitas kamu itu komunitas sosial, maka buatlah sebuah konser amal gitu x) Atau kamu keahliannya desain grafis sedangkan komunitas yang kamu gabungin itu komunitas musik, maka ketika komunitas musik ini membuat konser maka bantulah mereka membuat desain posternya dan desain-desain yang lain.

Dan jangan lupa kamu harus percaya diri! Biasanya kita minder dan gak percaya sama kemampuan diri sendiri, maka dari itulah gue bilang dari awal kalo kita harus menguasai keahlian yang kita pilih!

Ketiga, temukanlah orang yang bisa membantu mimpi kamu!

Seperti teori di atas, kita para muda mempunyai kelemahan di masalah finansial. Gue percaya orang-orang kuat finansial ini akan datang sendiri kepada kita kalo emang serius dengan apa yang kita kerjakan dan share ide-ide kita ke orang lain.

Jangan takut share ide dan mimpi kamu ke orang lain, jangan takut ide kamu nanti dijiplak soalnya orang-orang cenderung memberi saran kepada kamu :)

Dengan terus sharing ide kamu, maka orang-orang pun tau keinginan dan keahlian kamu seperti apa. Dan siapa tau orang-orang yang kamu ajak sharing adalah orang yang membuatmu sukses kelak! :D

Ayo para muda Indonesia! Harumkan nama Indonesia! Jadikan NKRI negara yang adidaya lagi seperti jamannya bung Karno! Bung Karno aja sendirian gak ada yang bantuin dia membuat negara ini jadi negara adidaya, apalagi kita yang rame-rame gini! :D

Salam hangat, Jojoz (Orange Cake Creative's Owner)


Sabtu, 20 Oktober 2012

Target-Target Bulan Ini!

http://forum.detik.com/beginilah-jika-wanita-cantik-pegang-kamera-t299478.html

Gue gregetan sih sebenernya. Kenapa gak mulai-mulai usaha clothing gue ini. Hhhh.

*nyetel lagu punk melodic core*

Dulu gue harus bolak-balik Jombang-Surabay pulang pergi untuk mencari produk kaos polos yang murah. Dan setelah gue bikin banyak yang gak suka dengan kualitasnya dan gak dipake pulak, capek pun tidak terbayar. Sialan.

Makanya sekarang ketika ada yang pesen kaos ke gue dengan desain yang mereka ingin, gue selalu menjawab kalo kaos gue kualitasnya di bawah. Dan setelah dijawab gitu kebanyakan mereka gak jadi mesen. Muahahaha.

Partner gue sekarang Fafa, temen gue. Ini yang ngeselin banget. Janji dia untuk mencari contoh kaos polos yang berkualitas belum terpenuhi juga. Meskipun dia yang menolak untuk standar kaos polos gue untuk clothing kita, tapi gue kan gak bisa diam aja.

Setelah berkonsultasi dengan partner gue satunya, Cak Safik. Dia juga belum ada tanda-tanda menghubungi gue. Lalu gue berkonsultasi dengan Cak Alid juga, dia nyaranin untuk nyari contoh kaos lewat Kaskus aja (online).

Nah itu yang gue lakuin sekarang.

Sebenernya ada tiga sih target gue untuk sekarang (dan langsung gue putuskan target untuk Oktober!).

Pertama, ya tadi di atas. Nyari referensi kaos polos yang berkualitas. Gue udah coba dua usaha kaos yang berbeda. Yang satu lewat Almas, anak Vierrania Jombang. Khawatir juga soalnya dia baru gue kenal hahaha, dia katanya udah sering banged jual beli online, jadi udah dianggep makanan sehari-hari.

Lalu kaos polos satunya gue cari di Kaskus sesuai nasehat Alid. Hari senen besok baru bisa ngirimnya. Gue ambil tiga contoh sekaligus, kaos V Neck, O Neck dan Raglan. Gue beli satuan dulu buat contoh, ntar kalo gue dan partner-partner gue udah cocok baru kita lanjutkan pembelian.

Kalo gak cocok? Gue pake sendiri lah. Gak sia-sia beli? Ya nggaklah, lagipula rencananya ntar kalo gue nyablonkan kaos gue tambahin kaos-kaos itu.

Target kedua adalah menambah jumlah temen yang usaha clothing yang geraknya sama dengan gue. Kebanyakan blogfeed gue berisi para fashion fashion blogger x) desainer grafis, photographer, selebtwit, penulis, dan yang paling banyak dari itu semua adalah link-link film bajakan X) Gak ada satupun yang usaha clothing, paling cuma Makekaos.com itupun mereka formatnya bukan personal blog karena gue kecewa comment box nya pake plugin facebook. Jadi emang butuh saran nih.

Ada juga temen SMPnya Gostaf, anak @shuffleJBG yang usaha clothing dengan nama merek Junk Blood. Ini yang lagi gue kejer orangnya, soalnya fanpage facebooknya mencapai 12ribu likes. Ya entah itu robot yang nge-like atau gimana, tapi yang pasti anak ini serius untuk usahanya.

Kenapa gue harus begini? Karena ilmu gue di clothing belum matang, gue butuh orang-orang yang berpengalaman di bidang ini. Pada dasarnya gue hanya bisa desain. Di lingkungan gue di Los Plos sendiri belum ada yang usaha kayak gini, kebanyakan malah desainer grafis :D belum ada yang berani atau gak dibolehin atau gimana.

Target ketiga, gue harus masuk komunitas photography dengan modal tidak ada kamera! x)

Sebagai destinasi clothing gue, gue juga harus menjalin komunikasi di antara mereka. Apa sih yang bisa clothing gue berikan kepada mereka? Itu yang gue pikirkan keras selama seminggu ini dan belum ketemu. Photographer yang gue follow blognya pun belum ada yang akrab. Entah orang-orang ini kehidupannya soliter atau gimana x) Dan lagi gue belum punya kamera #ohgodwhy

Tapi pada dasarnya gue percaya diri untuk segmen ini, meskipun idenya udah gak orisinil sih. Tapi itu tugas gue berikutnya dimana gue harus mencari suatu keunikan yang susah ditiru sama brand lainnya.

Gue juga tergoda sebenernya (setelah melihat ada orang di facebook yang melakukannya) membuat merchandise buat komunitas desainer grafis, yang notabene bidang  gue banged x) Tapi seperti postingan sebelumnya, gue harus belajar konsisten dari sekarang.

----------------------

Kalo melihat semangatnya Kang Peter, CEO nya Peter Says Denim. Dia melihat brand lokal bukan saingannya, saingannya mereka adalah brand-brand luar negeri (yang notabene banyak masuk ke Indonesia). Ini bukan kesombongan, menurut gue adalah semangat buat nginspirasi anak-anak muda Indonesia yang punya clothing lainnya buat Go International.

Seperti apa yang kang Peter lakuin dengan menjual produknya di pasar Amerika dan Kanada (sementara ini lebih konsen ke Kanada kayaknya), gue dulu sempet nyaranin ke Iners ketika dia bilang mau jadi penulis buku. Karena gue tau dia kuliah jurusan Sastra Inggris, gue saranin buat nulis buku dalam bahasa Inggris lalu terbiti di Amerika sono. Kan Amerika menjadi kiblatnya hiburan dunia (meskipun hallyu kayaknya udah masuk ke sono), kalo buku kamu bestseller bakal dijadikan film sama orang Hollywood. Jadilah the next Stephanie Meyer dan J.K Rowling! :D

Lalu kang Peter juga memberi pesan untuk memberi keunikan yang susah ditiru sama pesaing lainnya. Pelajaran ini gue udah dapet sebelumnya di Schitzo, lalu pak Hermawan Kertajaya juga bilang begitu, Authentic. Namun selama ini belum bisa gue terapin :(

------------------------

Kalo melihat fanpage clothing gue, setiap hari ada satu-dua gambar yang diposting. Jadi rencananya gue pengen tiap hari ada gambar yang mewakili tagline yang kita tentuin tiap bulan. Untuk tagline bulan Oktober adalah YOUTHFULNESS IS YOUR WEAPON, dimana gue ingin menyampaikan kalo di masa muda adalah dimana kesempatan berkarya banyak sekali berseliweran :D

Udah ah.

Selasa, 16 Oktober 2012

The World Of Fantasy

http://marksmadhouse.blogspot.com/2010/06/importance-of-fantasy-and-why-you.html

Dulu gue sebenernya pengen jadi penulis. Setelah kenal dengan DF yang punya ketergantungan yang sama, gue semakin tau apa yang mau gue inginkan di dunia ini.

Lalu makin kesini, gue tidak konsisten dan akhirnya berubah haluan menjadi desainer grafis otodidak.

Gue sempet mencicipi dunia musik, sampai ketemu dengan Mr Wadi yang melihat bakat besar gue di bidang musik. Namun setelah melihat 'keadaan gue berada di sekolah mana' beliau malah berusaha mengubur jalan gue ke musik.

Dan akhirnya jatuh ke clothing.

Memang masa remaja gue diisi dengan berusaha mencoba hal yang baru. Seringkali mudah terinspirasi dengan karya orang lain. Dan salahnya gue gak bisa konsisten.

Dalam ketekunan gue di bidang tulis gue menemukan situs komunitas penulis bernama Kemudian.Com. Di situ gue mengenal karya-karya fantasi. Lalu gue cenderung untuk bergerak di bidang fantasy.

Lalu kemudian gue menemukan Schitzo nya Raka Cyril yang cenderung mendekati istilah-istilah fantasy. Wow tepat banged kalo dijadikan inspirasi.

Kemudian gue menemukan komunitas Vandaria yang fantasy banged. Lalu gue mendapat ide.

Bagaimana kalau gue bergabung dengan Vandaria membawa nama Clothing gue seperti apa yang dilakukan Schitzo lalu menulis seperti orang Le Chateau de Phantasm - Kemudian.Com?

Lalu semua pun gue persiapkan mulai dari istilah Krijgers dan Ridder, pulau yang bernama Oranje Eiland, lalu blog ini http://oranjeeiland.blogspot.com

Yang terjadi kemudian?


Terjadi banyak kesalahan.

1. Gue gak terlalu masuk ke dalam Komunitas Vandaria. Padahal kalo gue share hal ini ke mereka, gue bisa dapetin dukungan-dukungan yang enggak gue duga.

2. Gue sendirian.

Pada akhirnya banyak temen-temen gue yang memaksa untuk berubah haluan.

Gue terlalu mudah percaya...

-----------------

Kini gue membuat konsep dari awal. Berpikir dari awal tentang visi gue mendirikan clothing ini.

"Membuat semua fotografer Indonesia memakai produk gue?"

Lalu apa manfaat mereka ketika memakai produk gue?

Sabtu, 06 Oktober 2012

#Clothing




Tadi malam (kemarin malam lebih tepatnya) dengan sotoynya gue memberikan kultwit tentang bisnis clothing x) sayangnya gak ada respon ._. #ohgodwhy

Berikut kultwitnya. Enjoy!

1. #Clothing yang akan gue bahas ini adalah secuil pengalaman yang pengen gue share

2. Jadi mohon maaf apabila ada salah-salah X) #Clothing

3. Proses #Clothing yang paling sederhana. Desain > Beli/Bikin Kaos > Sablon > Jual

4. Jadi kalo kita punya tim untuk bisnis #Clothing minimal ada 4-5 orang. Leader, tukang desain, penyedia kaos, penyedia sablon dan marketing.

5. Sebenernya sesederhana itu, namun dalam dunia distro dewasa ini proses sederhana itu tidak relevan lagi #Clothing

5. #Clothing memang dikhususkan untuk menembak pasar anak muda dan naka muda di kota-kota besar yang menjadi trendsetter lebih memilih kaos yang beda

6. Jadi dia ingin sekali memakai kaos yang beda dari lingkungannya #Clothing

7. Kesimpulannya mereka menginginkan 'Unique Product' produk yang unik #Clothing

8. Dalam diskusi-diskusi terakhir masalah 'produk unik' dan 'lain daripada yang lain' para pakar bisnis menyebutnya branding #Clothing

9. Branding kemudian menjadi sesuatu yang penting, kenapa? #Clothing

10. Karena branding membuat sebuah bisnis bertahan lama #Clothing

11. Branding? Apa itu? Sebenernya sederhana. Karakter, Sifat, Kebiasaan, Budaya, Tabiat, yang berlangsung lama dan mengakar #Clothing

12. Jadi budaya sebuah bisnis/perusahaan itu adalah branding #Clothing

14. Contohnya semisal Peter Says Denim, mereka punya branding untuk mendukung para musisi khususnya anak band #Clothing

15. Brandingnya PSD kalo gue liat, tema-tema mereka lebih ke arah Modern-Western #Clothing

16. Lalu ada Schitzo-nya kak Raka Cyril, Vierra yang brandingnya menggunakan istilah-istilah medieval #Clothing

17. Terus ada Damn! I Love Indonesia-nya bang Daniel yang punya kebiasaan menuliskan keterangan sejarah pada setiap kaosnya #Clothing

18. Haus (???)

19. Hoh iya. Koreksi. PSD cuma mensupport band-band indie :D

20. Kemarin sempet baca artikel tentang dunia distro yang ada di Bandung. Bentar gue cari link-nya #Clothing

21. T-shirt sebagai community rooted product http://startupbisnis.com #Clothing

22. Katanya kang Febby, sebenernya #Clothing, produk distro itu cuma konsumsi komunitas doang.

23. Jadi #Clothing bukan produk masyarakat luas.

24. Two Clothes buat sakteboard, Schitzo dan PSD buat anak band, Damn! I Love Indonesia? Buat turis :D #Clothing

Terimakasih yang udah mau nyimak. Kritik dan saran ditunggu :)

------------------

Tips buat kamu yang muda mau merintis bisnis :)